Perubahan yang serba cepat di sekitar kita akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah tatanan hidup yang lebih global baik fisik maupun psikis. Kemajuan tersebut ternyata tidak hanya berdampak positif seperti yang diharapkan dalam memajukan kesejahteraan hidup manusia, tetapi semakin tidak terkendali dan kompleks seperti ekses polusi dari teknologi ,ekses pengangguran dari pengalihan tenaga manusia ke mesin, dan semakin langkanya sumber daya manusia yang turut memojokkan manusia dalam kompetisi global tersebut.

Oleh karena itu diperlukan sumberdaya manusia yang berkualitas, berbeda dari sekedar manusia seperti masa lalu. Mereka diharapkan mampu mengantisipasi dunia global dengan tuntutan teknologi canggih beserta pemecahan masalahnya dan mampu dengan cepat mengantisipasi perubahan-perubahan yang mempunyai pemikiran analisis yang tajam, dan kreativitas yang tinggi serta peka akan tantangan persoalan-persoalan yang ada disekitarnya. Kemampuan seperti ini sukar lagi diperoleh melalui sekolah dengan kurikulum seperti saat ini. Untuk itu diperlukan terobosan-terobosan pembelajaran untuk mengejar atau mengakselerasi pencapaian kompetensi remaja dalam kompetisi tuntutan zaman yang terus meningkat.

Salah satu bentuk terobosan yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan jalur-jalur pendidikan yang non-kurikuler, berupa kegiatan yang mengubah remaja sebagai sumberdaya manusia yang mampu melakukan inovasi dan pengembangan iptek.

Sementara itu perlu dilakukan usaha yang sifatnya segera dan nasional mengenai sikap dan kesadaran remaja akan pentingnya sikap dan minat terhadap penelitian dan ilmu pengetahuan. Adanya gap antara remaja dan bidang tersebut disebabkan: kurangnya lembaga atau perorangan yang peduli akan pentingnya “research-minded” bagi remaja, terbatasnya kesediaan sarana dan belum adanya suatu kurikulum ke arah tercapainya wawasan ilmiah bagi remaja

Remaja secara potensial mempunyai sikap-sikap yang menunjukkan kesadaran dan minat terhadap sains yang sangat tinggi. Namun dalam perkembangannya masih sedikit suatu wadah maupun pihak yang melakukan intervensi secara terencana kepada pengembangan sikap-sikap saintifik yang sudah ada. Bila pun ada pengembangan diri pada subyek, maka pada akhirnya terbentur pada sistem yang tidak kondusif untuk mendorong perkembangan sikap saintifik tersebut.

Oleh karena itu suatu terobosan untuk mengoptimalkan kaderisasi pengembangan teknologi iptek sangat dibutuhkan untuk membuka peluang bagi tumbuhnya upaya untuk medorong pembinaan, pemacuan dan pemupukan bakat penelitian secara lebih terpadu dengan memanfaatkan remaja sebagai sumber daya manusia yang mampu melakukan pengembangan dan inovasi-inovasi baru dalam bidang iptek.

Berikut ini dijelaskan panduan untuk melakukan penelitian yang mungkin bermanfaat untuk para remaja.

 

 

 

Asisten Deputi Urusan Program Riptek Unggulan dan Strategis, 

Deputi Bidang Progam Riptek, Kementerian Riset dan Teknologi

RUT2004ãSakya,Enny,Adhi