PEDULI BAHASA DAN BUDAYA MELALUI PEMBANGUNAN SITUS
“INDOLANC” (Indonesia Languages and Culture)

 Keasdepan Riset Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nasional
Jakarta, 24 Juni 2004

 ASET NASIONAL YANG TAK TERNILAI

Bangsa Indonesia sudah lama dikenal sebagai bangsa yang kaya akan budaya khususnya bahasa yang terbukti masih sangat banyak dan beragam jumlah dan jenisnya. Hal ini tidaklah mengherankan karena wilayahnya yang luas, terdiri banyak kepulauan dan etnik yang berbeda-beda. Telah tercatat pula bahwa Indonesia adalah merupakan negara yang mempunyai sekitar 742 bahasa lokal dan 1 buah bahasa nasional (Bahasa Indonesia). Bahasa-bahasa tersebut sangatlah perlu untuk dilestarikan, jangan sampai punah dan dapat diwariskan kepada anak-cucu dikemudian hari. Dengan kata lain, warisan budaya tersebut harus dilindungi dari kepunahannya akibat tergerus kemajuan zaman dan ditelan oleh kemajuan teknologi serta peradaban global.

Berkaitan dengan itu, Kementerian RISTEK telah merasa terpanggil untuk segera membantu pelestarian budaya dan bahasa tersebut dan mencoba memberikan solusi dengan pendekatan teknologi untuk memahami, menyebarluaskan serta menstimulasi kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya yang tidak ternilai tersebut.  Inisiatif untuk membuat Jaringan Informasi Bahasa dan Budaya Nasional telah dilakukan oleh Kementerian RISTEK melalui Deputi Bidang Program Riptek bekerjasama dengan UNESCO serta para mitra yang lain seperti : Unika Atma Jaya, LIPI, Kementerian Kominfo, Kementerian Budaya dan Pariwisata, Kelompok Pecinta Bacaan Anak (KPBA), Asosiasi Tradisi Lisan (ATL), serta para peneliti bahasa.  Nota Kesepakatan Bersama (MoU) telah dibuat dan sebagai langkah awal, sebuah kegiatan nyata juga telah dilakukan yaitu dengan diluncurkannya sebuah situs bahasa dan budaya yang dinamai “INDOLANC” (www. Indolanc.org) oleh Deputi Bidang Program Riptek pada hari Kamis, tanggal 24 Juni 2004 di Kampus Unika Atmajaya, Jakarta. Diharapkan melalui pembangunan situs ini dapat menjadi wahana yang dapat dijadikan jembatan bagi terwujudnya pelestarian budaya dan bahasa serta menambah pengetahuan dan menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya tersebut yang merupakan aset nasional yang tak ternilai.

TRANSFORMASI MENUJU MASYARAKAT BERBUDAYA PENGETAHUAN

Berkenaan dengan momentum Peluncuran Situs Bahasa dan Budaya “INDOLANC”, Deputi Bidang Program Riptek menegaskan bahwa Kementerian RISTEK merasa berkepentingan agar Iptek dapat disebarkan dan dibangun disemua lapisan masyarakat baik di pusat kota sampai dengan daerah-daerah terpencil. Tentunya dengan kerja-keras dan sistematika pembuatan program yang baik, serta konsistensi terhadap upaya-upaya  pencapaiannya, diyakini transformasi ke arah masyarakat yang berbudaya pengetahuan ini akan dapat tercapai. Pembangunan situs bahasa dan budaya tersebut adalah juga dapat dianggap merupakan upaya untuk menciptakan iklim yang dapat menstimulasi diseminasi Iptek. Disadari bahwa upaya pencapaian hal tersebut tidaklah mudah. Kiranya sudah umum ketahui, bahwa di daerah-daerah dan pulau-pulau terpencil penyebaran Iptek sering menemui banyak kendala terutama dalam hal bahasa disamping masalah pendekatan kultur yang berbeda.

Mencermati apa yang ada di dalam dokumen Kebijakan Strategis Pembangunan Nasional Iptek, tampak telah diamanahkan betapa pentingnya pemapanan tatanan sosial politik, dengan pendekatan kebudayaan. Pendekatan kebudayaan ini harus dibangun dengan dialog konstruktif untuk menggali dan mengamankan kekayaan bahasa yang selama ini dimiliki Indonesia. 

Oleh karena itu, sangatlah menggembirakan bila situs “INDOLANC” ini nantinya dapat tumbuh dan berkembang pula menjadi wahana yang dapat menginformasikan Iptek serta membantu mentransformasikan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang berbudaya Iptek. 

  ---------oo HRS oo--------